Eijkman Sebut 4 Alasan Pasien Sembuh Covid-19 Indonesia Meningkat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang teknisi laboratorium mempersiapkan media tumbuh virus di Eijkman Institute, Jakarta, Indonesia 31 Agustus 2016.  REUTERS/Darren Whiteside

    Seorang teknisi laboratorium mempersiapkan media tumbuh virus di Eijkman Institute, Jakarta, Indonesia 31 Agustus 2016. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menyebut ada beberapa kemungkinan yang menjadi alasan mengapa dalam empat hari terakhir, jumlah pasien sembuh Covid-19 menanjak.

    "Yang pertama, dokter dan rumah sakit lebih siap. Atau, pasien lebih dini datang ke rumah sakit. Lalu, protokol pengobatan lebih siap, dan daya tahan tubuh pasien lebih baik seperti contoh mungkin karena usia muda," ujar Amin melalui pesan teks pada Senin, 20 April 2020.

    Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan hingga 19 April 2020, pasien sembuh kini mencapai 686 orang. Sedangkan kasus meninggal sebesar 582 jiwa. Adapun kasus positif Covid-19 adalah 6.575 kasus.

    Kendati pasien sembuh terus bertambah, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto terus mengingatkan pentingnya tetap tinggal di rumah selama pandemi Covid-19. Sebab orang yang bepergian keluar rumah sangat rentan terinfeksi dan menginfeksi orang lain. Ia menjelaskan, makin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh seseorang, kian berat gejala-gejala fisik yang timbul.

    "Tetap aman dan selamat di rumah," kata Yurianto dalam setiap konferensi persnya. Dia pun menjelaskan, virus corona mampu berkembang biak dan bermutasi di dalam tubuh manusia.

    Akibatnya, paparan berulang dari pembawa (carrier) virus akan meningkatkan risiko terinfeksi. "Sifat virus corona mampu berkembang biak dengan cara mereplika diri sendiri dan seringkali bermutasi. Karena itu, ini sangat rentan apabila orang yang tidak patuh untuk tetap tinggal di rumah, terpapar berulang-ulang oleh pembawa virus lain," ucap Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.