Pakar Perkirakan Kematian Covid-19 Lebih Besar dari Data Resmi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pengajar statistik epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono, meminta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menekan angka kematian akibat virus Corona.

    “Kalau kita bisa menekan tingkat kematian artinya kita meningkatkan kesembuhan. Jadi cukup indikatornya mati,” kata Pandu saat dihubungi pada Sabtu, 18 April 2020.

    Menurut Pandu, angka kematian yang dilaporkan Gugus Tugas masih di bawah perkiraan. Jika membandingkan dengan data pemakaman yang PDP Covid-19, Pandu menyebut angka kematian sesungguhnya bisa 4-5 kali dari yang dilaporkan Gugus Tugas.

    Pandu mengatakan, angka kematian karena Covid-19 yang sesungguhnya masih belum diketahui lantaran tes yang masih terbatas. Staf senior di UI ini pun meminta agar tidak perlu memikirkan angka kesembuhan pasien.

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan terjadi penambahan kasus baru pasien positif Corona pada 12 April 2020. "Sehingga total 6.248 kasus, 631 pasien sembuh, dan kematian menjadi 535 orang," kata Yurianto, Santu, 18 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.