Gubernur Tetapkan PSBB di Sumatera Barat Mulai 22 April

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan cairan disinfektan di cagar budaya Masjid Raya Ganting, Padang, Sumatera Barat, Rabu 18 Maret 2020. Pemkot Padang menurunkan petugas Damkar untuk menyemprotkan cairan disinfektan di masjid tertua di kota itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 karena merupakan masjid yang paling ramai digunakan untuk beribadah serta wisata religi. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan cairan disinfektan di cagar budaya Masjid Raya Ganting, Padang, Sumatera Barat, Rabu 18 Maret 2020. Pemkot Padang menurunkan petugas Damkar untuk menyemprotkan cairan disinfektan di masjid tertua di kota itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 karena merupakan masjid yang paling ramai digunakan untuk beribadah serta wisata religi. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 22 April 2020.

    "Direncanakan, PSBB dimulai Rabu, 22 April. Namun, akan dipastikan setelah rapat koordinasi gubernur dengan bupati dan wali kota pada Senin, 20 April," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Sabtu, 18 April 2020.

    Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai hari ini, Sabtu, 18 April 2020 dengan memanfaatkan semua media, baik media sosial maupun luar ruang.

    Khusus media luar ruang, kata dia, juga akan dipasang di daerah-daerah perbatasan agar orang yang ingin masuk Sumatera Barat juga memahami penerapan konsep PSBB.

    Irwan menyebut akan menerbitkan berbagai regulasi, panduan dengan segala perangkatnya, agar PSBB dapat dilaksanakan. Sehingga penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat bisa ditekan.

    "Kunci dari PSBB ini sebetulnya sangat sederhana, yaitu membatasi pergerakan orang dan harus tetap di rumah. Kalau pergerakan orang dapat dikendalikan dan kita tetap di rumah, insyaallah wabah ini dapat diatasi dengan cepat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.