Pakar Sarankan PSBB Diperkuat untuk Tekan Kasus Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki-Ka: Prof. dr. Hasbullah Thabrany,MPH,DrPH (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) dan DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo,SpPD-KHOM, FACP (Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia) dalam acara Forum Diskusi Mari Bersama Kalahkan Kanker Payudara di Hotel JS Luwansa, Jakarta, 20 Oktober 2016. TEMPO/ GRANDY AJI (MAGANG)

    Ki-Ka: Prof. dr. Hasbullah Thabrany,MPH,DrPH (Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) dan DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo,SpPD-KHOM, FACP (Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia) dalam acara Forum Diskusi Mari Bersama Kalahkan Kanker Payudara di Hotel JS Luwansa, Jakarta, 20 Oktober 2016. TEMPO/ GRANDY AJI (MAGANG)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli kesehatan masyarakat, Hasbullah Thabrany, menilai langkah paling efektif dalam menekan jumlah kasus Covid-19 adalah memperkuat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Perkuat PSBB ini supaya efektif,” kata Hasbullah dalam diskusi Perspektif Indonesia, Sabtu, 18 April 2020.

    Hasbullah mengatakan, negara seperti Cina, Jepang, dan Korea berhasil mengendalikan jumlah kasus Covid-19 karena masyarakat yang terbiasa disiplin dan operasi pemerintah yang cenderung otoriter. Adapun di Indonesia, kata Hasbullah, karena baru menjadi negara demokratis, penegakkan hukum terhadap PSBB kerap dianggap otoriter.

    Menurut Hasbullah, kebijakan PSBB memang menyusahkan. Namun, dokter senior ini menilai lebih baik masyakat berkorban sementara waktu. “Daripada tidak mau berkorban sekarang, tapi masalahnya nanti berkepanjangan,” katanya.

    Masyarakat di negara berkembang yang berpendidikan rendah dan berpandangan pendek, kata Hasbullah, tidak bisa hanya diajak bicara tentang PSBB. Tetapi harus ada tindakan tegas dan dipaksa.

    Pemaksaan ini hanya bisa dilakukan aparat pemda yang diberi otoritas menyelenggarakan PSBB. Dengan keterbatasan aparat pemda, Hasbullah mengatakan, masyarakat sipil bisa ikut berperan.

    “Paling tidak bisa ikut berperan mengurangi penularan. Misal, bosan di rumah, kalau bisa jahit ya bikin lah masker bagi-bagi tetangga,” ujarnya,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.