Eks Pejabat Kemenkes Cerita Respons Pemerintahan SBY Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu 15 April 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap proyeksi pemerintah terhadap angka kemiskinan naik dari 9,15 persen menjadi 9,59 persen pada tahun ini akibat pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Warga beraktivitas di permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu 15 April 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap proyeksi pemerintah terhadap angka kemiskinan naik dari 9,15 persen menjadi 9,59 persen pada tahun ini akibat pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pejabat senior Kementerian Kesehatan, Abidinsyah Siregar, mengaku prihatin dengan penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah.

    “Berangkat dari ukuran masa lalu dengan apa yang terjadi memang kita jujur saja mengakui ada keprihatinan,” Abidinsyah dalam diskusi Perspektif Indonesia, Sabtu, 18 April 2020.

    Ia pun menceritakan pengalaman penanganan pandemi oleh Kementerian Kesehatan pada 2008-2009 di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 10 tahun lalu, Indonesia menghadapi pandemi flu burung.

    “Dulu kami respons dengan cepat begitu kejadian pertama muncul di Hongkong. Kami sudah siap karena pola penyebaran mengikuti pergerakan manusia,” ujarnya.

    Abidinsyah mengatakan bahwa Menteri Kesehatan saat itu, Siti Fadilah, langsung membentuk tim respons cepat, menyusun SOP, melakukan simulasi seakan-akan keadaan sudah gawat darurat. Padahal, belum ada kasus di Indonesia.

    Menurut Abidinsyah, pemerintah saat itu juga melakukan lockdown pada daerah yang dianggap paling terdampak. “Semua orang di rumah, kita masukan logistik, pemeriksaan kesehatan, sehingga belum terjadi masif kita sudah siap,” kata Abidinsyah.

    TKI yang datang dari Hongkong, kata Abidinsyah, juga segera ditelusuri. “Siapa tiba dari sana, siapa belum sampai, TKI kami karantina. Ada beberapa yang lolos mau diapain kami siapkan pendekatannya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.