Tegal Kota Pertama di Jateng yang PSBB, Ganjar: Harap Bersiap

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembatas  dipasang untuk menutup jalan ke arah Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020.  Jalanan di pusat kota lengang dan  penjualan  sejumlah toko dan rumah makan diperkirakan menurun hingga 80 persen. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Sejumlah pembatas dipasang untuk menutup jalan ke arah Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020. Jalanan di pusat kota lengang dan penjualan sejumlah toko dan rumah makan diperkirakan menurun hingga 80 persen. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Kota Tegal bersiap setelah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sana.  

    Dia menginstruksikan Kota Bahari tersebut mendata kesiapan logistik, ekonomi, transportasi, sosial, dan keamanan.

    Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Kesehatan bernomor HK.0 1.07lMENKES/2s8l2020 tentang penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kota Tegal Provinsi Jawa Tengah.
     
    Politikus PDIP tersebut juga menagih rencana aksi penanganan Covid-19 dari Pemerintah Kota Tegal. "Baru saja saya mendapatkan konfirmasi surat dari Kemenkes yang mengizinkan Kota Tegal untuk PSBB," kata Ganjar pada Jumat, 17 April 2020.
     
    Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Pemkot Tegal terkait pemberlakuan PSBB pertama di Jawa Tengah tersebut. Menurut dia, dua hari lalu usulan PSBB dari Kota Tegal sempat ditolak oleh Kementerian Kesehatan. Waktu itu data yang diajukan Kota Tegal dinilai kurang lengkap.
     
    Melihat perkembangan terakhir di Kota Semarang, Ganjar juga meminta Pemerintah Kota untuk menghitung kemungkinan menerapkan PSBB. "Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati," ucap Ganjar.
     
    Menurut dia, masih banyak orang yang berkerumun di Kota Semarang penyebaran Covid-19 tergolong tinggi. "Ini diperlukan tindakan makin tegas dan keras Agar semua mengerti karena malam cafe masih buka dan banyak yang nongkrong," ujarnya. "Pagi-pagi saya keliling, sudah 25 hari saya keliling untuk ngecek dan suasana keramaian itu masih ada."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.