Kasus Covid-19 pada 17 April Nyaris Tembus 6.000 Pasien

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di rumah warga sekitar kawasan asrama Sekolah Tinggi Teknologi Bethel, Jakarta, Jumat 17 April 2020. Penyemprotan disinfektan pada kawasan tersebut sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 setelah adanya 34 mahasiswa penghuni asrama itu yang positif virus corona. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di rumah warga sekitar kawasan asrama Sekolah Tinggi Teknologi Bethel, Jakarta, Jumat 17 April 2020. Penyemprotan disinfektan pada kawasan tersebut sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 setelah adanya 34 mahasiswa penghuni asrama itu yang positif virus corona. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan terjadi penambahan kasus baru pasien positif Corona pada Jumat, 17 April 2020.

    “Sebanyak 407 orang, sehingga jumlah menjadi 5.923 kasus. Terdapat 59 orang pasien sudah sembuh, sehingga total menjadi 607 kasus. Terdapat 24 kasus pasien yang meninggal dari konfirmasi Covid-19 positif sehingga menjadi 520 orang,” kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB,17 April 2020.

    Yurianto mengatakan, pemerintah bisa menguji 17.900 sampel hari ini dan akan meningkatkan kapasitas pengujian.

    Untuk layanan konsultasi medis, Yurianto berharap masyarakat bisa melakukannya dengan menggunakan teknologi. “Ini ditujukan mengurangi pergerakan menuju rumah sakit yang akan meningkatkan risiko penularan,” katanya

    Yurianto meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah. Masyarakat diwajibkan menggunakan masker saat keluar rumah.

    Ia pun mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik dan sesering mungkin. “Terutama pada saat makan, menyentuh wajah, karena ini rute penularan yang tidak disadari,” kata Achmad Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.