Inilah CEO Perusahaan di Balik Mitra Kartu Prakerja

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokopedia Salam (tokopedia.com)

    Tokopedia Salam (tokopedia.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 11 April 2020 lalu mengumumkan bahwa pemerintah telah membuka pendaftaran program Kartu Prakerja melalui situs resmi www.prakerja.go.id. Hingga pekan keempat November nanti, pemerintah akan membuka kuota 164 ribu peserta per pekan. 

    Program Kartu Prakerja merupakan program bantuan biaya pelatihan dan insentif bagi para pekerja, pencari kerja, serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan dan/atau mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19.

    Syarat peserta program Kartu Prakerja adalah warga negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Pendaftar mesti mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama lebih-kurang 15 menit sebelum memperoleh kartu.

    Setiap penerima manfaat Kartu Prakerja akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp 3, 550 juta. Paket ini terdiri atas bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan di platform digital yang disediakan mitra. Lalu, untuk insentif akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, OVO, atau GoPay milik peserta.

    Pemerintah akan memberikan insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan dengan total Rp 2,4 juta. Kemudian, insentif pasca pengisian survei akan diberikan evaluasi sebesar Rp 50 ribu per survei untuk 3 kali survei dengan total Rp 150 ribu.

    Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan sudah 4 juta pendaftar Pprogram Kartu Prakerja sejak pertama kali dibuka. Menurut Denni dari 4 juta pendaftar, yang sudah bergabung ke dalam gelombang pertama pendaftaran yang akan ditutup pada Kamis, 16 April 2020,  sebanyak 1 juta orang.

    Dalam program itu, pemerintah menggandeng tujuh perusahaan startup dan platform digital, yaitu Tokopedia, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Pijar Mahir, dan Sekolahmu. Sistem Informasi Ketenaga Kerjaan (Sisnaker) Kementerian Tenaga Kerja pun menjadi mitra program Kartu Prakerja. Belakangan, Ruangguru.com menjadi sorotan karena menjadi salah satu mitra resmi pemerintah dalam pelatihan online bagi peserta kartu prakerja lantaran CEO perusahaan tersebut, Adamas Belva Syah Devara, menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

    Selain Belva, berikut adalah daftar CEO di balik perusahaan mitra program Kartu Prakerja yang Tempo lansir dari berbagai sumber:

    1. Tokopedia

    Perusahaan teknologi Indonesia yang memiliki misi mencapai pemerataan ekonomi secara digital itu dipimpin William Tanuwijaya. Pria kelahiran Pematang Siantar, 11 November 1981 itu masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia 2018. Berdasarkan situs resmi kominfo.go.id, William bersama tiga pendiri perusahaan startup lainnya menerima penghargaan piagam tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Jokowi.

    Jika diakses lewat prakerja.go.id, Tokopedia telah membuka sejumlah 15 kategori pelatihan, mulai dari bahasa, kecantikan, hingga bisnis. Di dalamnya, juga sudah diberi petunjuk soal cara pendaftaran dan pembayaran terhadap pelatihan yang ingin diikuti. Setidaknya ada 12 lembaga pelatihan yang sudah diseleksi Tokopedia, mulai dari Education First (EF), Binar Academy, sampai Tempo Institute.

    1. Bukalapak

    Pada Desember 2019, Achmad Zaky mundur dari jabatannya sebagai CEO Bukalapak. Nahkoda bisnis diserahkan kepada Rachmat Kamuddin. Pria kelahiran Makassar 15 April 1979 itu merupakan kolega Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Mereka satu angkatan di SMA Taruna Nusantara selama periode 1994 -1997. Rachmat memulai karirnya sebagai Senior Associate di Boston Consulting Group. Dia pernah menjadi konsultan di IFC, Managing Director PT Cardig Air Services, Prinsipal di Quvat Management Pte. Ltd., dan Vice President di Baring Pricate Equity Asia.

    Setelah malang melintang di perusaan asing, Rachmat akhirnya bergabung dengan perusahaan milik Aksa Mahmud, Bosowa Group. Pada Juni 2014, dia ditunjuk menjadi Chief Financial Officer PT Bosowa Corporindo hingga 2018. Pada periode tersebut Rachmat juga merangkap menjadi Managing Director PT Semen Bosowa Maros dan Komisaris Bank Bukopin. Selanjutnya pada pada Mei 2018, dia dipercaya menjadi direktur Bank Bukopin yang saham mayoritasnya dimiliki Bosowa Group.

    Bukalapak sebagai online marketplace saat ini memiliki 70 juta pengguna aktif, 5 juta pelapak dan 3 juta mitra di seluruh Indonesia. Saat diakses, sudah ada pilihan voucher belajar dengan berbagai kelas, namun tidak dijelaskan apakah fitur ini diperuntukkan untuk program Kartu Prakerja atau tidak.

    1. MauBelajarApa

    Perusahaan startup yang menghubungkan pembelajar dengan kelas-kelas vokasional itu didirikan oleh Jourdan Kamal. Saat ini, Jourdan pendiri sekaligus CEO, bersama Daniel Liejardi sebagai Co-Founder dan CTO, serta Dwina M. Putri sebagai Co-Founder dan COO. Lulusan National University of Singapore itu mendirikan maubelajarapa.com pada 2015.

    Berdasarkan akun Linkedin miliknya, sebelum meraih gelar sarjana Jourdan telah aktif dalam dunia wirausaha dan penjualan. Jourdan pernah menjabat Direktur Pemasaran di Propnex, perusahaan agen properti di Singapura, dan mendapat penghargaan beberapa kali dalam rentang waktu 2012-2013. Dalam situs maubelajarapa.com, masyarakat bisa mendaftar untuk mendapatkan Kartu Prakerja.

    1. Sekolah. mu

    Sekolah.mu, lembaga pelatihan telah bergerak selama 20 tahun di 160 kota, dengan lebih dari 250 lembaga dan 15.000 guru. Berdasarkan situs resminya, sejumlah orang terdaftar sebagai Dewan Kurikulum Sekolah.mu, seperti CEO PT. Paragon Technology Indonesia Salman Subakat, pegiat seni sekaligus Co-Founder Frame A Trip Dian Sastrowardoyo, CEO General Electric Indonesia Handry Satriago, Dosen Universitas Indonesia Elih Sudiapermana, Founder PT Quantum Business International Betti Alisjahbana, Dewan Pakar Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Itje Chodijah, Guru Besar dan Psikolog Perkembangan Anak Universitas Indonesia, serta beberapa orang lainnya.

    1. Pintaria

    Pintaria adalah portal pendidikan dan pelatihan milik HarukaEDU, perusahaan teknologi edukasi yang berdiri sejak 2013. Nivistiar Rustandi menjabat sebagai CEO. Menurut situs resminya, HarukaEDU menawarkan solusi teknologi bagi perguruan tinggi, perusahaan atau institusi, maupun individu dalam mendesain pembelajaran online.

    Bagi perguruan tinggi, layanan yang diberikan HarukaEDU terdiri dari pengembangan sistem IT, konten online, pusat bantuan, operasional, hingga rekrutmen mahasiswa dan dosen. Bagi perusahaan dan institusi, HarukaEDU juga memiliki CorporateEDU yang bisa dimanfaatkan perusahaan untuk menyelenggarakan pelatihan bagi karyawannya dengan fleksibel dan efisien, tanpa terkendala jarak dan waktu melalui online learning. Sama seperti perusahaan lain, opsi Kartu Prakerja telah muncul di situs harukaedu.com.

    1. Pijar Mahir

    Pijar Mahir merupakan platform pembelajaran digital milik Telkom Indonesia. Berdasarkan situs telkom.co.id, mitra Kartu Prakerja berfokus pada pelatihan bersertifikasi untuk pendidikan vokasi dan profesi. Melalui Pijar Mahir, mulai dari para pencari sertifikasi, pencari kerja, institusi pelatihan hingga komunitas profesi dapat bertemu secara mudah dengan dengan dunia usaha dan industri.

    Diketahui posisi Direktur Utama Telkom Indonesia dijabat oleh Ririek Ardiansyah. Ia menggantikan Alex Janangkih Sinaga lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST Tahun Buku 2018 yang digelar PT Telkom Indonesia Persero Tbk (Telkom).

    ADAM PRIREZA | TEMPO.CO | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.