Update Covid-19 15 April: ODP 165 Ribu Orang, PDP 11.165 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor melintas di depan mural tentang petugas medis yang menangani pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2020. Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pengendara motor melintas di depan mural tentang petugas medis yang menangani pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2020. Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan jumlah orang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan di seluruh Indonesia mencapai 165 ribu pada Rabu, 15 April 2020. “Data yang kami himpun berjenjang dan kami akumulasi secara nasional, kasus ODP sebanyak 165.549 orang,” kata dia di Gedung BNPB, hari ini.

    Selain itu, Yurianto mengatakan jumlah kasus Pasien Dalam Pengawasan per hari ini mencapai 11.165 orang. Dari jumlah itu yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 5.136 orang.

    Data Gugus Tugas Covid-19 juga menampilkan bahwa jumlah pasien yang sudah sembuh terus bertambah, hingga hari ini berjumlah 446 pasien. Sementara, pasien meningga akibat Covid-19 mencapai 469 orang.

    Yurianto berharap masyarakat tidak mengucilkan pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Ia juga meminta masyarakat tidak menolak pemakaman pasien Covid-19.

    Yurianto meminta masyarakat untuk tetap tenang dan selalu menjaga jarak serta kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan. Masyarakat, kata dia, diharapkan hanya mempercayai sumber informasi resmi dari pemerintah. “Agar kita tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak dipertanggungjawabkan,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.