Gugus Covid-19 Sebut Indonesia Bisa Buat 16 Ribu APD per Hari

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru mencoba baju alat pelindung diri (APD) yang telah jadi di SMK Negeri 3 Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Seorang guru mencoba baju alat pelindung diri (APD) yang telah jadi di SMK Negeri 3 Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan Indonesia sudah mampu memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dengan bahan baku lokal.

    Industri dalam negeri, kata dia, ditargetkan mampu memproduksi APD hingga 16 ribu perhari. “Iya betul,” kata Wiku saat dihubungi, Rabu, 15 April 2020. Wiku belum menjelaskan lebih lanjut soal bahan baku yang digunakan untuk memproduksi APD produksi lokal ini.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus soal ketersediaan APD bagi tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Dalam rapat kabinet, Senin, 13 April 2020, Jokowi meminta jajarannya betul-betul memperhatikan pasokan APD dan ventilator agar tak ada keluhan kekurangan di lapangan. “Jangan sampai ada yang masih mengeluh kekurangan,” kata dia.

    Ketersediaan APD menjadi krusial dalam penanganan Covid-19. Persatuan Dokter Umum Indonesia pernah mengirim surat terbuka ke Jokowi soal kelangkaan APD ini pada 10 April 2020. Ia mengatakan ratusan dokter dan tenaga medis gelisah dan marah karena APD langka. Kalaupun ada, harganya sangat mahal.

    Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia bereaksi lebih keras. IDI meminta anggotanya untuk sementara tak merawat pasien Covid-19, bila tak ada APD yang tersedia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.