Jokowi: Perbanyak Berita Baik dalam Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih, masker dan helm tersebut meninjau RS darurat yang terbagi menjadi 3 zona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih, masker dan helm tersebut meninjau RS darurat yang terbagi menjadi 3 zona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi memerintahkan para menteri dan lembaga negara memperbanyak penyampaian berita baik soal penanganan wabah Covid-19 untuk mendongkrak optimisme masyarakat.

    "Jangan sampai banyak berita yang baik tidak bisa disampaikan," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, hari ini, Selasa, 14 April 2020.

    Presiden menyampaikannya dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna melalui video konferensi bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju, serta para kepala lembaga negara.

    "Lakukan komunikasi yang efektif, penjelasan-penjelasan secara transparan kepada media harus dilakukan dengan detail dan baik."

    Jokowi pun memerintahkan dukungan aparat penegak hukum agar masyarakat disiplin melakukan physical distancing selama wabah Covid-19.

    Hingga Senin lalu, 13 April 2020, jumlah pasien Covid-19 secara nasional mencapai 4.557 dengan 380 pasien sembuh dan 399 pasien meninggal.

    Seperti dilansir Antara, penyebaran Covid-19 di Indonesia terbanyak dialami DKI Jakarta (2.186 pasien) kemudian Jawa Barat (540), Jawa Timur (440), Banten (285), Sulawesi Selatan (223), Jawa Tengah (203), Bali (86), Papua (68), Sumatera Utara (67), serta Yogyakarta (57).

    Saat ini sudah lebih dari 207 negara dan teritorial yang mengonfirmasi kasus Covid-19. Jumlah kematian tertinggi dialami Amerika Serikat dengan 23.644 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.