Makamkan Jenazah Covid-19, Bripka Jerry Sekolah Inspektur Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan hadiah berupa kesempatan mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) kepada Kanit Reskrim Polsek Dimembe Polres Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Bripka Jerry Tumundo. Penghargaan itu diberikan atas keikhlasan dan keberaniannya memakamkan jenazah pasien Covid-19 yang terlantar.

    "Saya atas nama pribadi dan institusi Polri respect sama hasil kerja kemanusiaan kamu, saya berterima kasih. Seluruh anggota Polri bangga akan ketulusanmu bekerja membantu memakamkan korban akibat Covid-19," kata Jenderal Idham dalam video call Whatsapp kepada Jerry, melalui siaran pers Humas Polri, Selasa, 14 April 2020.

    Dalam pembicaraan keduanya, Idham menanyakan pangkat Jerry yang sudah berkeluarga dan memiliki tiga anak itu. "Sudah bisa sekolah belum?" tanya Idham. "Sudah bisa, Jenderal," jawab Jerry. Idham menanyakan telah berapa kali Jerry mendaftar SIP. "Belum pernah, Jenderal," kata Jerry.

    Idham langsung memberikan surat telescouting atau keistimewaan jalur agar Jerry bisa melanjutkan ke Sekolah Inspektur Polisi. Tahun depan, Kapolri  meminta Jerry masuk SIP dan memintanya untuk menyampaikannya kepada istri, Kapolsek, dan Kapolres. “Bilang, Kapolri tadi telepon, nanti surat  saya kirim ke Kapolda ya," kata Idham.

    Jerry tidak menyangka kerja kemanusiaan yang dilakukannya mencuri perhatian pimpinan Polri.

    Kapolda Sulawesi Utara Irjen Royke Lumowa menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Idham yang telah memberikan penghargaan terhadap jajarannya yang melakukan tugas kemanusiaan secara tulus dan ikhlas. "Penghargaan ini menjadi pemicu semangat semua insan Bhayangkara Bumi Nyiur Melambai di dalam menjaga Ibu Pertiwi dengan setulus hati," kata Royke.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.