Klaster Gowa Berpotensi Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di NTB

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perwira polisi yang mengenakan pakaian pelindung menyemprotkan desinfektan di atas tenda  Ijtima Dunia 2020 Zona Asie, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Gowa, Sulawesi Selatan, 19 Maret 2020. REUTERS/Stringer

    Seorang perwira polisi yang mengenakan pakaian pelindung menyemprotkan desinfektan di atas tenda Ijtima Dunia 2020 Zona Asie, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Gowa, Sulawesi Selatan, 19 Maret 2020. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Mataram - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Nusa Tenggara Barat menyebut klaster Gowa berpotensi mencatatkan kasus positif Corona terbanyak di provinsi tersebut.

    Saat ini, Gugus Tugas mencatat ada 10 orang dari klaster ini yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah ini berpotensi bertambah. Sebab, ada 750 orang warga NTB yang mengikuti Ijtima Ulam se-Asia yang digelar di Gowa itu.

    Dari angka tersebut sebanyak 369 orang telah mengikuti rapid test, dengan hasil 16,5 persen menunjukkan reaktif sedangkan 83,5 persen non reaktif.

    ''Untuk mendapatkan hasil yang valid pemeriksaan swab dilakukan pada laboratorium Biomedik RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium pada Rumah Sakit Universitas Mataram,'' kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi, Senin, 13 April 2020. 

    Selain Gowa, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada enam klaster yang berpotensi menyebarkan Corona di NTB. Yaitu, klaster Bogor, Jakarta, Sukabumi, Bali, Klaster Luar Negeri/ kapal pesiar, dan Klaster transmisi lokal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H