Kapolda Papua: Pasca-bentrokan TNI-Polri di Mamberamo Konsolidasi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kedua kiri) bersama Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kiri) berjabat tangan dengan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kanan) usai upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kedua kiri) bersama Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab (kiri) berjabat tangan dengan Bupati Jayawijaya John Richard Banua (kanan) usai upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan anggotanya yang terlibat konflik dengan prajurit TNI sedang melakukan konsolidasi. "Iya ada konsolidasi, masuk ke markas masing-masing, senjata taruh di gudang," ujar Paulus saat dihubungi, Senin, 13 April 2020.

    Pertikaian antara oknum TNI dan Polri terjadi pada 11 April 2020. Menurut Paulus penyebab bentrok karena masalah sewa motor. Salah seorang anggota Kepolisian Resor Memberamo Raya, kata Paulus, menyewa motor tukang ojek yang pangkalannya berada di dekat Markas Satuan Tugas Batalion Infanteri 755/Yalet.

    Polisi  tersebut menyewa motor hanya selama satu jam. "Dia janji hanya satu jam untuk jemput pastor, tapi ternyata sampai tiga jam, dan (akhirnya) ribut," ucap Paulus.

    Anggota Yonif 755 yang bermarkas di dekat pangkalan ojek berupaya melerai keributan itu. Namun, belakangan malah terjadi keributan yang melibatkan anggota TNI dan Polri. Anggota polres itu kemudian melaporkan pertikaian ini ke rekannya di Polres Memberamo.

    Kapolres Memberamo yang mengetahui pertikaian ini, meminta anggotanya agar tidak berbuat apa-apa. Namun, imbauan kapolres tak dihiraukan. Sehingga, beberapa anggota polres mendatangi Markas Satgas Yonif/755, hingga akhirnya pecah baku tembak yang menewaskan 3 anggota Polres Memberamo.

    Dalam bentrok itu, tiga anggota Polres Memberamo tewas. Ketiganya adalah Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias. Marcelino tewas karena luka tembak di leher sebelah kanan; Yosias mengalami luka tembak di leher kiri dan Alexander tewas dengan luka tembak di paha kiri.

    Paulus menyayangkan insiden bentrokan tersebut. "Ini salah paham yang disesalkan pimpinan masing-masing, karena kan harusnya mengawal wilayah bersama, saling bekerja sama," ucap dia.

    ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.