Jokowi Sebut Data Corona Masih Belum Sepenuhnya Terpadu

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa G20 harus memotori gerakan solidaritas dunia dalam penanganan virus corona agar pandemi tersebut tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama yang sudah dibangun antar anggota selama bertahun-tahun. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan data tentang penanggulangan Virus Corona atau Covid-19 masih banyak yang perlu dibenahi karena belum sepenuhnya terpadu. "Saya minta data-data informasi ini betul-betul terintegrasi semua," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas laporan Tim Gugus Tugas, lewat video conference, Senin, 13 April 2020.

    Data itu harus masuk ke kementerian dan juga ke Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Data ini, kata Jokowi, harus mencakup jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), jumlah daerah yang positif, jumlah yang meninggal, hingga jumlah yang sembuh.

    Begitu pun jumlah yang sudah dites PCR. “Dan terbuka. Sehingga semua orang bisa mengakses data ini dengan baik," kata Jokowi.

    Saat ini, yang kerap dibuka kepada publik baru sebatas jumlah kasus positif, pasien positif yang sembuh, dan pasien positif yang meninggal. Data daerah yang terjangkit juga tak diumumkan secara detail. Hal ini biasanya diumumkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Virus Corona, Achmad Yurianto tiap sore.

    Transparansi data ini menjadi sorotan sejumlah pihak. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa data korban Corona atau Covid-19 versi Kementerian Kesehatan tidak sinkron dengan laporan dari daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.