Bentrok TNI - Polri Tewaskan Tiga Polisi, DPR: Jangan Diulangi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setiap Kali Anggota TNI dan Polri Bentrok, Foto Ini Selalu Muncul. Yusuf Wahil

    Setiap Kali Anggota TNI dan Polri Bentrok, Foto Ini Selalu Muncul. Yusuf Wahil

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pertahanan atau Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat TB Hasanuddin menyesalkan terjadinya bentrokan antara anggota Kepolisian Resor Mamberamo Raya dan  Satgas Yonif 755 TNI di Distrik Kasonaweja, Mamberamo Raya, Papua. Hasanuddin menilai insiden itu memprihatinkan apalagi terjadi di tengah pandemi Covid-19 atau Corona. "Insiden ini benar-benar melukai hati rakyat, apalagi dilakukan oleh institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pembela bangsa kok malah berseteru," kata Hasanuddin lewat keterangan tertulis, Senin, 13 April 2020.

    Bentrokan terjadi pada Ahad pagi kemarin, 12 April 2020. Kepala Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menduga bentrokan itu disebabkan kesalahpahaman. Namun menurut dia, kesalahpahaman itu sebenarnya sudah diselesaikan pada Sabtu lalu, 11 April 2020, pukul 23.00 WIT.

    Menurut Hasanuddin, peristiwa itu sebenarnya tak perlu terjadi jika semua pihak menahan diri. Ia berharap para komandan dua satuan itu lebih mendekatkan diri dengan anak buah masing-masing. Purnawirawan TNI ini berujar, pengawasan langsung dari para perwira lapangan amatlah menentukan.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga mengimbau agar insiden itu segera diredam. Ia mewanti-wanti jangan sampai peristiwa itu meluas dan memicu aksi saling membela korps. "Selesaikan dengan segera, jangan sampai kejadian ini terulang kembali," ujar Hasanuddin.

    Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem, Willy Aditya, menyebut bentrokan antara personel TNI dan Polri semacam ini sudah yang kesekian kalinya. Jika karena hal sepele, Willy menganggap tak mungkin insiden itu sampai berujung pada tewasnya tiga polisi. "Hal sepele tidak akan berimbas pada insiden yang menyebabkan tewasnya beberapa personel aparat jika tidak dilatari oleh masalah yang serius atau setidaknya laten," ujar Willy secara terpisah.

    Willy berharap tim gabungan bentukan Kepolisian Daerah Papua dan Komando Daerah Militer VII Cenderawasih segera mengungkap sebab terjadinya insiden itu. Tim, kata dia, juga harus bisa mengidentifikasi potensi-potensi apa yang bisa menyebabkan kejadian seperti itu. "Sehingga ke depannya, ada langkah-langkah antisipatif agar segala potensi serupa bisa diredam sedari awal."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.