70 Persen Jemaah Haji Reguler dan Khusus Lunasi Biaya Haji

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Muslim berdesakkan untuk mencium Hajar Aswad saat melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di dalam bagian ibadah Hajinya di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    Sejumlah umat Muslim berdesakkan untuk mencium Hajar Aswad saat melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di dalam bagian ibadah Hajinya di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengatakan lebih dari 70 persen jemaah haji Indonesia, baik reguler maupun khusus, telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun ini.

    “Sampai 9 April 2020, sebanyak 142.883 jemaah atau 70,27 persen sudah melunasi Bipih Reguler. Dari jumlah itu, ada 580 lansia yang sudah melakukan pelunasan,” kata  Muhajirin dalam siaran tertulis, Ahad, 12 April 2020.

    Muhajirin mengatakan, kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221 ribu jemaah. Jumlah tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Tahun ini, dari 203.320 kuota haji reguler, 1 persen di antaranya atau 2.040 kuota dikhususkan untuk lansia.

    Menurut Muhajirin, pelunasan Bipih Reguler dilakukan melalui dua skema. Sebanyak 122.967 jemaah melunasi lewat teller dengan datang ke kantor Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih. Sedangkan 19.916 jemaah melunasi secara nonteller dengan memanfaatkan internet banking dan ATM.

    “Pelunasan tahap satu berlangsung hingga 30 April. Jika masih ada sisa kuota, dibuka tahap kedua, 12-20 Mei 2020,” katanya.

    Untuk Bipih Khusus, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan bahwa sampai 9 April, sudah ada 12.539 jemaah atau 76,90 persen yang melakukan pelunasan. Menurut Arfi, pihaknya juga membuka pelunasan kepada jemaah haji khusus dengan status cadangan.

    “Sampai hari ini tercatat  ada 2.016 jemaah yang sudah melunasi dengan status cadangan,” jelasnya. Pelunasan Bipih Khusus akan berlangsung hingga 30 April 2020.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.