Bentrok Polisi dengan TNI di Papua Karena Salah Paham

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin 14 Oktober 2019. TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Papua - Tiga anggota Polri meninggal akibat luka tembak saat bentrok dengan TNI di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua pada Ahad, 12 April 2020 pagi. Berita sebelumnya menyebutkan dua anggota polisi yang meninggal.

    Ketiga anggota polisi tersebut berasal dari Polres Mamberamo Raya. Mereka adalah meninggal Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga, dan Briptu Alexander Ndun. Sementara yang mengalami luka tembak yakni Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien.

    Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Kamal mengatakan belum mengetahui pasti penyebab bentrokan antara anggota Polri dan TNI.

    "Insiden diduga terjadi akibat kesalahpahaman antara anggota Polres Mamberamo Raya dengan anggota Yonif 755/Kostrad, kata Kamal kepada Antara pada Ahad, 12 April 2020.
     
    Sementara itu, Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih sudah membentuk tim gabungan guna menyelidiki insiden yang terjadi di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.