Aktivis A.E. Priyono Meninggal, Pneumonia di Paru-paru Kanan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com

    Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis sosial dan penulis, A.E. Priyono, meninggal hari ini, Ahad, 12 April 2020. Kabar meninggalnya Priyono disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid.

    “Innalillahi. Bung A.E. Priyono, intelektual gerakan sosial yang juga sahabat kita pagi ini kritis dan meninggal dunia pukul 11.20-11.30 hari ini, 12 April, di RS Polri,” kata Usman dalam pesan singkatnya pada Ahad, 12 April 2020.

    Usman mengatakan, Priyono sebelumnya berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona atau Covid-19. Namun, hasil diagnosa medisnya dinyatakan negatif Covid-19. Priyono meninggal karena memiliki pneumonia di paru-paru bagian kanannya.

    Semasa hidupnya, kata Usman, Priyono dikenal sebagai sosok intelektual, pemikir yang rendah hati dan memiliki pengetahuan yang luas. Meski tergolong senior, Priyono tak sungkan berdiskusi hingga sepanjang malam dengan anak-anak muda.

    “Pengalamannya telah panjang dalam dunia tulis menulis maupun dalam menjadi bagian dari gerakan sosial,” ujar Usman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.