Ganjar Siapkan Makam Pahlawan untuk Pemakaman Tenaga Medis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut memeriksa suhu tubuh seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia ketika akan mengikuti senam dan berjemur di bawah sinar matahari saat menjalani karantina di Pangkalan Udara Militer (Lanud) Soewondo Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 11 April 2020. Sebanyak 513 TKI yang berasal dari berbagai daerah di Sumut dan sekitarnya yang menjalani proses karantina COVID-19 sementara tersebut saat ini kondisi kesehatannya baik dan tidak ada menunjukan gejala infeksi seperti demam, batuk dan sesak nafas. ANTARA

    Petugas medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut memeriksa suhu tubuh seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia ketika akan mengikuti senam dan berjemur di bawah sinar matahari saat menjalani karantina di Pangkalan Udara Militer (Lanud) Soewondo Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 11 April 2020. Sebanyak 513 TKI yang berasal dari berbagai daerah di Sumut dan sekitarnya yang menjalani proses karantina COVID-19 sementara tersebut saat ini kondisi kesehatannya baik dan tidak ada menunjukan gejala infeksi seperti demam, batuk dan sesak nafas. ANTARA

    TEMPO.CO, Semarang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan Taman Makam Pahlawan milik Pemerintah Provinsi sebagai tempat pemakaman bagi perawat, dokter, dan tenaga medis yang meninggal saat menangani pasien Covid-19.

    "Saya sudah perintahkan Dinsos dan Kesra untuk mempersiapkan ini. Satu soal tempatnya. Kedua soal administrasi agar penempatan seseorang di Taman Makam Pahlawan sesuai," kata Ganjar di Semarang, Sabtu, 12 April 2020.

    Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan kepala daerah di Jawa Tengah terkait rencana ini. Menurut dia, para kepala daerah setuju dengan kebijakan itu.

    Ia mengatakan keputusan menyiapkan Taman Makam Pahlawan untuk para tenaga medis yang meninggal akibat Covid-19 itu karena adanya penolakan pemakaman jenazah perawat oleh sejumlah warga di Ungaran, Kabupaten Semarang.

    Menurut Ganjar, kejadian itu membuat seluruh masyarakat sakit hati, termasuk dia. Ia menyebut seluruh dokter, perawat, dan tenaga medis merupakan pejuang kemanusiaan. Sehingga harus diberikan penghormatan karena sudah berjuang dengan luar biasa, serta mengorbankan dirinya untuk mengatasi wabah virus Corona.

    "Dan mereka tahu, bahwa itu berisiko pada keselamatannya, kita harus memberikan penghormatan setinggi-tingginya. Saya kira, Taman Makam Pahlawan adalah tempat yang sangat tepat untuk mereka," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.