Erick Thohir Merasa Terganggu Postingan Bakal Calon Presiden 2024

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Juliari Batubara (kiri) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis kepada Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 7 APril 2020. Kementerian Sosial memberikan bantuan sebanyak 20 ribu pakaian APD kepada Kementerian BUMN guna membantu tenaga medis dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Menteri Sosial Juliari Batubara (kiri) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis kepada Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 7 APril 2020. Kementerian Sosial memberikan bantuan sebanyak 20 ribu pakaian APD kepada Kementerian BUMN guna membantu tenaga medis dalam penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUM) Erick Thohir membantah bahwa dirinya pernah membuat akun sosial media sejenis bakal calon presiden 2020 seperti Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President.

    "Melalui pesan ini, saya ingin sampaikan bahwa saya tidak pernah membuat akun sosial media baik di FB, Instagram ataupun Twitter yang bernama seperti Erick Thohir for Indonesia ataupun Erick Thohir for President," ujar Erick lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 11 April 2020.

    Erick menegaskan, apabila ada postingan dari akun seperti itu, sama sekali bukan dari dirinya maupun tim. "Bahkan, postingan tersebut mengganggu kami," ujar Erick.

    Menurut Erick, saat ini dirinya hanya ingin fokus  bekerja dengan baik, mengemban tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Tagar #ErickForPresiden2024 memang beberapa kali muncul sejak Erick masuk dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Terutama, ketika terbongkarnya kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton. Kasus ini seolah menjadi jalan masuk bagi Erick untuk melakukan bersih-bersih PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Erick memecat pucuk pimpinan Garuda, Ari Askhara seketika kala itu.

    Beberapa gebrakan Erick lainnya kemudian menempatkan bos Mahaka Group ini sebagai salah satu menteri terbaik versi sejumlah lembaga survei. Hasil sigi Indo Barometer bahkan memasukkan Erick dalam bursa capres 2020. Meski, elektabilitas Erick masih rendah, yakni di kisaran 2 persen.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.