Amnesty International: Motif Dendam di Kasus Novel Mirip Munir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan bersama Kuasa Hukumnya, Saor Siagian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.  Keinginan Novel sudah disampaikan ke penyidik. Namun belum terlaksana sampai saat ini. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan bersama Kuasa Hukumnya, Saor Siagian untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. Keinginan Novel sudah disampaikan ke penyidik. Namun belum terlaksana sampai saat ini. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan motif dendam pribadi yang disebut-sebut menjadi dasar penyerangan terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, mirip dengan kasus pembunuhan pejuang HAM Munir Said Thalib.

    "Mengenai motif dendam pribadi seringkali dimunculkan kasus yang punya profil tingkat tinggi, saya kira kasus pembunuhan Munir itu juga seperti itu," kata Usman dalam siaran langsung di akun Instagram Amnesty Internasional Indonesia, Sabtu 11 April 2020.

    Usman mengatakan pelaku yang dibawa ke persidangan adalah eksekutor lapangan bukan otak pelaku. Pada kasus Munir, kata dia, hal yang sama dilakukan. Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk membatasi proses hukum agar tidak bisa menjangkau dalang dari kasus tersebut.

    Pada kasus Munir, kata Usman, pembunuhan seolah bisa direncanakan oleh satu orang. Padahal, menurut dia, pembunuhan dalam penerbangan internasional seperti yang terjadi kepada Munir, tidak mungkin dilakukan seorang diri.

    "Itu dari tim pencari fakta ada oknum di Garuda (Garuda Indonesia), bahkan sampai di persidangan majelis hakim mengatakan ada yangbekerja untuk operasi intelejen," tuturnya.

    Menurut Usman hal ini juga terjadi di kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Ia menyebut pengakuan motif dendam pribadi seolah-olah penyerangan ini tidak berhubungan dengan kasus korupsi yang tengah ditangani Novel pada 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.