Survei UNICEF: 40 Persen Remaja Masih Keluar di Saat Wabah Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kesehatan bersama Polisi melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang Bus saat kegiatan Check Point Pengawasan Pelaksanaan PSBB di Gerbang Tol Pasar Rebo 2, Jakarta, Jumat, 10 April 2020. Kegiatan yang dilakukan Petugas Polda Metro Jaya terkait Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang berlaku mulai hari ini hingga 14 hari kedepan tersebut menyasar pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker dan jumlah orang yang melebihi kapasitas kendaraan berdasarkan aturan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas Kesehatan bersama Polisi melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang Bus saat kegiatan Check Point Pengawasan Pelaksanaan PSBB di Gerbang Tol Pasar Rebo 2, Jakarta, Jumat, 10 April 2020. Kegiatan yang dilakukan Petugas Polda Metro Jaya terkait Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang berlaku mulai hari ini hingga 14 hari kedepan tersebut menyasar pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker dan jumlah orang yang melebihi kapasitas kendaraan berdasarkan aturan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku dari UNICEF, Rizky Ika Syafitri, mengatakan bahwa pesan larangan berkumpul dan menjaga jarak selama wabah virus Corona harus diperkuat untuk anak-anak.

    “Penting buat kita mendengar suara anak-anak dan merespons concern mereka mendapat intervensi yang baik dan benar,” kata Rizky, sabtu, 11 April 2020.

    Rizky mengatakan, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan UNICEF pada 27-31 Maret 2020 melalui platform U-Report, sebanyak 60 persen anak muda yang mengikuti survei menyatakan orang-orang di sekitar mereka belum menjaga jarak 1 meter.

    Kemudian, sebanyak 40 persen responden juga menyatakan bahwa dalam 7 hari terakhir mereka keluar rumah, selain untuk membeli makanan dan obat-obatan. “Larangan berkumpul ini harus diperkuat,” katanya.

    Hasil jajak pendapat juga menyatakan sebanyak 30 persen responden merasa cukup baik dan senang, sedangkan 28 persen menyatakan merasa sedih dan tidak senang.

    Dalam pertanyaan terkait perasaan mendengar Covid-19, 34 persen responden merasa takut. Tetapi,kata Rizky, sebanyak 19-20 persen merasa penuh harapan.

    Survei pada Maret tersebut merupakan jajak pendapat kedua yang dilakukan UNICEF. Jajak pendapat pertama kali dilakukan pada Februari, sebelum pengumuman adanya kasus Covid-19 di Indonesia. Dalam survei kedua ini, UNICEF mendapat lebih dari 7.000 tanggapan dari kaum muda berusia 15-30 tahun dari 34 provinsi di Indonesia.

    Dibandingkan dengan jajak pendapat pertama, kata Rizky, ada pemahaman yang lebih baik di kalangan anak muda tentang cara mereka melindungi diri dari Covid-19.

    Misalnya, terkait tindakan yang paling efektif untuk mencegah infeksi, 39 persen memilih mencuci tangan dengan sabun. Dalam jajak pendapat sebelumnya, hanya 8 persen responden menjawab cuci tangan pakai sabun, sementara 26 persen menjawab cuci tangan tanpa menyebutkan sabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.