Misteri Dentuman, BNPB: PVMBG Sebut Bukan Gunung Anak Krakatau

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI kru KRI Torani 860 memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. 28 Desember 2018. Kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang merupakan jenis kapal patroli cepat, KRI Torani 860 akan mengemban misi memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Personel TNI kru KRI Torani 860 memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. 28 Desember 2018. Kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang merupakan jenis kapal patroli cepat, KRI Torani 860 akan mengemban misi memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) Agus Wibowo belum mendapat informasi terbaru tentang suara dentuman yang didengar sejumlah masyarakat pada Sabtu, 11 April 2020 dini hari.

    "Belum ada. Masih dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) bahwa bukan dari erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Agus saat dihubungi pada Sabtu, 11 April 2020.

    sejumlah netizen melaporkan ada suara dentuman keras yang membuat jendela dan pintu rumah bergetar. Suara dentuman itu terdengar oleh netizen yang tinggal di Jakarta, Depok, Bogor hingga Kuningan, Jawa Barat.

    “Saya di Kabupaten Bogor masih mendengar suara dentuman itu. Apa ada kaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau?” kata seorang netizen bernama Rahmat lewat cuitan kepada akun @BNPB_Indonesia pada Sabtu, 11 April 2020.

    Netizen lainnya yang menggunakan nama Wu meminta akun @BNPB_Indonesia untuk menjelaskan penyebab suara dentuman yang terdengar. “Apa bener ini karena erupsi Krakatau? Atau gimana?,” kata dia.

    Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebut suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    "Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan dihubungi di Jakarta, Sabtu, 11 April 2020.

    Menurut dia, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu hanya mengeluarkan semburan ketinggian berkisar 500 meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.