Yurianto Sebut Masa Inkubasi Covid-19 di Indonesia 5-6 Hari

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menyelesaikan pembuatan mural ajakan melawan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kalipasir, Jakarta, Jumat 10 April 2020. Selain peran pemerintah dalam penanganan COVID-19, diperlukan juga peran serta masyarakat untuk menjaga wilayah masing-masing sehingga penyebaran dapat ditekan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Seorang warga menyelesaikan pembuatan mural ajakan melawan penyebaran virus corona atau COVID-19 di Kalipasir, Jakarta, Jumat 10 April 2020. Selain peran pemerintah dalam penanganan COVID-19, diperlukan juga peran serta masyarakat untuk menjaga wilayah masing-masing sehingga penyebaran dapat ditekan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan masa inkubasi virus Corona yang menjadi penyebab Covid di Indonesia lebih singkat dari rata-rata normal.

    "Secara ilmiah masa inkubasi Covid terlama adalah 14 hari. Tapi dari data yang kami miliki, rata-rata inkubasi di negara kita pada kisaran lima hingga enam hari," kata Yurianto melalui konferensi pers pada Jumat, 10 April 2020.

    Pada Jumat, 10 April 2020, terjadi penambahan kasus baru pasien positif corona sebesar 219 kasus. Sehingga jumlah menjadi 3.512 kasus dari sebelumnya 3.293 kasus.

    Yurianto mengatakan, pasien positif baru yang diumumkan merupakan mereka yang telah terinfeksi sejak lima sampai enam hari yang lalu. "Gambaran kasus hari ini merepresentasikan apa yang terjadi di lima, enam hari yang lalu," ujar dia.

    Oleh karena itu, Achmad Yurianto pun kembali mengingatkan, dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta secara resmi mulai 10 April ini, masyarakat wajib patuh untuk tetap berada di rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.