PVMBG Sebut Hanya Ada Suara Mendesis Gunung Anak Krakatau

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap dan benda material panas saat meletus pada siang hari di Selat Sunda, Lampung, Selasa, 30 Oktober 2007. Letusan gunung Krakatau pada Agustus 1883 merupakan letusan gunung terbesar di dunia yang menyebabkan sekitar 36.000 jiwa meninggal dan berdampak hingga ke beberapa benua di dunia. Dok.TEMPO/ Arie Basuki

    Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap dan benda material panas saat meletus pada siang hari di Selat Sunda, Lampung, Selasa, 30 Oktober 2007. Letusan gunung Krakatau pada Agustus 1883 merupakan letusan gunung terbesar di dunia yang menyebabkan sekitar 36.000 jiwa meninggal dan berdampak hingga ke beberapa benua di dunia. Dok.TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan tak ada suara dentuman dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi pada Jumat, 10 April 2020.

    "Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan, Sabtu, 11 April 2020.

    Menurut dia, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu hanya mengeluarkan semburan ketinggian sekitar 500 meter.

    "Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil," kata Hendra.

    Sebelumnya, setelah Gunung Anak Krakatau erupsi, warganet ramai membahas suara dentuman di media sosial yang mereka duga ada hubungannya dengan erupsi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.