30 Kontak Pasien Virus Corona Sleman Jalani Karantina Mandiri

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pasar Beringharjo Yogyakarta yang lengang saat wabah corona. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Suasana Pasar Beringharjo Yogyakarta yang lengang saat wabah corona. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta -- Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengatakan hasil penelusuran terhadap 30 orang kontak dari seorang pasien positif virus Corona atau COVID-19 asal Sleman Yogyakarta, yang diduga peserta Ijtima Ulama se-Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, masih negatif.

    "Sejauh ini tidak ada kontak pasien tersebut yang menunjukkan gejala PDP (pasien dalam pengawasan), jadi tetap karantina di rumah saja," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo kepada Tempo, Jumat 10 April 2020.

    Pasien berusia 60 tahun itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Dinas Kesehatan Sleman, merupakan seorang ustad yang sering menjadi imam masjid di kampungnya Banyuraden Gamping Sleman.

    Pria itu sebelumnya oleh Dinas Kesehatan DIY disebut baru pulang dari Jakarta pada 23 Maret 2020 sebelum dilarikan ke RSUP Sardjito dalam kondisi kritis pada 30 Maret 2020 dengan gejala mengarah Covid-19.

    Setelah menjalani tes medis, pria itu diketahui positif Covid-19 pada 4 April 2020 dan meninggal dunia pada 6 April 2020.

    Dinas Kesehatan Sleman sendiri mendapat informasi pria itu sudah sempat sampai di Gowa untuk menghadiri acara ijtima ulama, sebelum acara itu akhirnya dibatalkan pemerintah.

    Joko menambahkan penelusuran yang sudah dilakukan pihaknya terhadap 30 kontak orang dari pasien asal Gamping itu melewati beberapa tahapan.

    Selain melakukan wawancara dengan check list, para kontak pasien itu juga diperiksa sesuai indikasi kesehatannya. Misalnya ada tidaknya gejala infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) atau gejala yang mengarah terinfeksi virus Corona.

    "Kemudian juga dilakukan RDT (Rapid Diagnostic Test)," ujar Joko.

    Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan infeksi virus Corona atau COVID-19, Berty Murtiningsih, sebelumnya mengungkap pasien yang meninggal di RSUP Sardjito itu juga mempunyai penyakit sampingan yaitu diabetes dan hipertensi.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.