Corona, Dokter: Jokowi Mobilisasi Pengadaan Alat Pelindung Diri

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

    Seorang dokter berjalan di dekat alat tes swab virus Corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Alat tersebut nantinya dapat melakukan tes virus corona hingga 1.300 sampel tiap harinya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia mengirim surat terbuka ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenai penyebaran virus Corona.

    Dalam surat berjudul Negaraku Jangan Kalah, pengurus mengingatkan Jokowi untuk mengambil tindakan tegas dalam menanggulangi dampak Corona ke masyarakat.

    “Gunakan kepalan tanganmu, gunakan ujung telunjukmu, gunakan suara kerasmu. Perintahkan para menterimu, aparatmu, jenderalmu, TNI dan Polisi yang ada dikendalimu. Kuasai seluruh negeri ini, atur hingga ke pelosok negeri ini, perintahkan seluruh rakyatmu,” seperti dikutip dari surat bertanggal 10 April, yang ditandatangani Ketua Umum PP PDUI, Abraham Andi Padlan Patarai.

    PDUI meminta Jokowi melupakan perkataan salah satu menterinya bahwa Corona adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Dia juga meminta Jokowi mengabaikan perkataan menterinya yang bilang bahwa harga alat pelindung diri menjadi mahal karena masyarakat membelinya. Dua pernyataan itu pernah disampaikan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

    PDUI juga meminta Jokowi melupakan perkataan salah satu menteri yang mengatakan bahwa pada Maret 2020 akan ada 4,7 juta masker produksi Badan Usaha Milik Negara yang siap disebar ke seluruh negeri. Pernyataan ini pernah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir. “Belakangan diakui ‘belum ada BUMN produksi APD’,” kata Abraham.

    Abraham mengatakan ratusan ribu dokter dan tenaga kesehatan resah dan marah karena APD makin langka. Kalaupun ada, harganya sangat mahal. Sementara, banyak pasien terinfeksi virus Corona yang mesti segera mendapatkan perawatan. Akhirnya, dokter dan tenaga medis terpaksa memakai jas hujan sebagai APD.

    ROOSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.