Penyesuaian Ibadah Saat Corona, Ma'ruf Amin: Bukan Cari Kemudahan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Maaruf Amin memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Rencananya Indonesia akan memakai Istora Senayan sebagai venue ajang empat tahunan tersebut. Indonesia mengalahkan Uruguay dan Argentina yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah. FIBA menilai Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk menghelat Piala Dunia Basket 2023 ketimbang dua negara pesaing. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden Maaruf Amin memimpin rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA Tahun 2023 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020. Rencananya Indonesia akan memakai Istora Senayan sebagai venue ajang empat tahunan tersebut. Indonesia mengalahkan Uruguay dan Argentina yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah. FIBA menilai Indonesia memiliki semangat yang tinggi untuk menghelat Piala Dunia Basket 2023 ketimbang dua negara pesaing. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan penyesuaian tata cara beribadah, khususnya bagi umat Islam, selama masa pandemi Corona bukan untuk mencari kemudahan. Ia menyebut penyesuaian itu dalam rangka menghadapi kondisi kritis yang terjadi secara global.

    "Ini, saya kira, bukan dalam arti mencari sesuatu yang mudah-mudah saja, bukan juga dalam arti berlebihan dalam mencari kemudahan. Akan tetapi, ini adalah dalam rangka keadaan yang kritis," kata Ma'ruf dalam doa bersama dan pertobatan global PBNU, Kamis malam, 9 April 2020.

    Menurut Ma'ruf, beberapa fatwa terkait dengan pandemi COVID-19 ditujukan untuk menghindari bahaya yang berpotensi lebih luas terjadi sehingga makin merugikan seluruh umat. "Kesulitan itu membawa kemudahan, dan juga di dalam rangka prinsip memberikan kemudahan sesuai cara berpikir yang benar," kata Wapres.

    Ma'ruf pun menyampaikan terima kasih kepada berbagai ormas Islam dan para ulama yang turut memberikan pemahaman kepada umat terkait dengan penyesuaian tata cara ibadah selama pandemi. "Terima kasih kepada para ulama yang telah memberikan tuntutan dan bimbingan, terutama di dalam melaksanakan ibadah dalam saat yang sulit ini, memberikan jalan keluar, kemudahan-kemudahan, dan atensi," kata dia.

    MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa terkait dengan pelaksanaan ibadah dan tata cara pengurusan jenazah muslim yang meninggal selama pandemi COVID-19 di Indonesia.

    Menteri Agama Fachrul Razi juga telah menerbitkan surat edaran terkait dengan panduan cara pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadan dan Idul Fitri bagi umat Islam. Dalam SE tersebut, salat tarawih dan salat Id tidak boleh dilakukan secara berjemaah, baik di masjid maupun di lapangan.

    Pemerintah juga mengimbau untuk tidak ada acara sahur dan/atau buka puasa bersama. Kegiatan tersebut sebaiknya dilakukan secara individu di rumah. Berbagai penyesuaian pelaksanaan ibadah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19 secara masif, mengingat bulan puasa dan Lebaran juga menjadi tradisi untuk bersilaturahmi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.