Khofifah Minta Kades Pantau Isolasi Mandiri Warga Terlanjur Mudik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Penumpang bus AKAP duduk di ruang tunggu yang telah terpasang stiker jaga jarak di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah kampung juga telah melarang para perantau untuk kembali ke kampungnya hingga masa tanggap darurat corona berakhir. ANTARA /Indrianto Eko Suwarso

    Calon Penumpang bus AKAP duduk di ruang tunggu yang telah terpasang stiker jaga jarak di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah kampung juga telah melarang para perantau untuk kembali ke kampungnya hingga masa tanggap darurat corona berakhir. ANTARA /Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta para kepala desa untuk memantau isolasi mandiri warganya yang sudah terlanjur mudik ke kampung halaman untuk mencegah penyebaran Corona.

    "Bagi warga yang sudah terlanjur mudik telah disiapkan sejumlah protokol kesehatan yang dimulai dari lini paling bawah sebagai upaya pencegahan COVID-19," kata Khofifah di Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis, 10 April 2020.

    Khofifah pun mengingatkan masyarakat yang terlanjur mudik harus bisa tetap menerapkan physical distancing dengan anggota keluarga lain. "Pak Bupati Lamongan pernah menyampaikan pemudik yang masuk dari Jakarta sekitar 10 ribu. Ruang di tingkat paling bawah menjadi lebih efektif. Terpenting mereka bisa bertemu dengan anggota keluarganya, tapi tetap dengan physical distancing," kata dia.

    Warga yang terlanjur mudik diharuskan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Mereka juga diminta untuk tetap menjaga jarak dengan anggota keluarga lainnya.

    Meski begitu, Khofifah tetap menekankan agar warga yang belum mudik sebaiknya tak mudik untuk menghindari anggota keluarga lainnya tertular COVID-19 yang bisa saja terbawa di perjalanan mudik. "Imbauan sudah dilakukan, dari pimpinan asosiasi sate Madura, asosiasi soto Lamongan, asosiasi penyetan lele dan lainnya. Kepala desa juga bisa meminta warganya tidak mudik dahulu pada saat COVID-19 belum berhenti total. Kalau terpaksa mudik maka ini harus menyiapkan segala sesuatunya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.