Pandemi Covid, Kemendikbud Percepat Pencairan KIP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendikbud Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mendikbud Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan pencairan Kartu Indonesia Pintar atau KIP akan dipercepat dikarenakan pandemi Covid-19.

    "Strategi kita untuk KIP sekolah, akselerasi pencairannya secepat mungkin," ujar Nadiem dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

    Tahun ini, Kemendikbud mengalokasikan KIP untuk 17,9 juta siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Dari jumlah tersebut, yang sudah dicairkan sebanyak 14,9 juta siswa atau 81,31 persen.

    Sedangkan untuk KIP Kuliah, Nadiem mengatakan bakal dicairkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Tahun ini ditargetkan ada 818 ribu penerima bantuan tersebut. KIP Kuliah ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

    Terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Nadiem mengatakan tidak berdampak pada sektor pendidikan. Sebab, di daerah yang banyak ditemukan kasus Covid-19, sekolah sudah melaksanakan belajar di rumah sejak satu bulan yang lalu.

    "Tidak mengubah apapun, karena di bagian pendidikan kita sudah beroperasi seolah-olah berasumsi PSBB sudah diterapkan. Jadi tidak ada perubahan kebijakan untuk dunia pendidikan," kata Nadiem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.