Jokowi Ungkap Alasan Pemerintah Tak Larang Mudik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat 3 April 2020. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat 3 April 2020. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkap alasan pemerintah tak melarang mudik di tengah pandemi corona saat ini. Salah satu alasannya adalah faktor ekonomo.

    "Ada kelompok warga yang terpaksa pulang kampung karena masalah ekonomi setelah diterapkan pembatasan sosial, sehingga penghasilan mereka turun atau bahkan tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan. Ini tidak bisa begitu saja kita larang-larang pulang kampung," ujar Jokowi lewat telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 9 April 2020.

    Di lain sisi, kata Jokowi, mudik sudah merupakan tradisi yang puluhan tahun dilakukan di negeri ini. "Jadi sekali lagi, pembatasan mudik dan kemungkinan adanya larangan mudik itu akan kita putuskan setelah melalui evaluasi di lapangan yang kami lakukan setiap hari," ujar dia.

    Menurut Jokowi masih ada kemungkinan pemerintah melarang masyarakat untuk mudik saat Lebaran 2020.

    Pemerintah, kata Jokowi, akan melakukan evaluasi secara berkala terkait kondisi di lapangan dalam kondisi wabah Corona ini.

    "Pembatasan mudik dan kemungkinan adanya larangan mudik itu akan kami putuskan setelah melalui evaluasi di lapangan yang kita lakukan setiap hari," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.