Pandemi Covid-19, PBNU Minta Ibadah Selama Ramadhan di Rumah Saja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga usai mengikuti serangkaian shalat Jumat di Masjid Nurul Huda, Desa Pantirejo, Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Meskipun pemerintah setempat menghimbau agar pelaksanaan shalat dilaksanakan di rumah masing-masing sebagai antisipasi penyebaran wabah virus Corona (COVID-19), namun sejumlah masjid desa di Kabupaten Pekalongan masih dilaksanakan shalat jumat dengan melakukan cuci tangan dan cek suhu terlebih dahulu. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Warga usai mengikuti serangkaian shalat Jumat di Masjid Nurul Huda, Desa Pantirejo, Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Meskipun pemerintah setempat menghimbau agar pelaksanaan shalat dilaksanakan di rumah masing-masing sebagai antisipasi penyebaran wabah virus Corona (COVID-19), namun sejumlah masjid desa di Kabupaten Pekalongan masih dilaksanakan shalat jumat dengan melakukan cuci tangan dan cek suhu terlebih dahulu. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU menggelar acara doa bersama dan pertobatan massal pada Kamis, 9 April 2020 malam. Pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengimbau saat penyebaran virus Corona atau Covid-19, seluruh masyarakat Muslim di Indonesia beribadah di rumah selama bulan Ramadhan.

    "Yang biasa kita lakukan beramai-ramai di masjid, kita lakukan di rumah. Salat tarawih, tadarus, buka bersama, takbir keliling tidak usah. Bahkan sholat Jumat dan salat Idulfitri, sebaiknya di rumah saja," kata Said dalam siaran doa bersama di Youtube NU, Kamis, 9 April 2020.
     
    Dia mengatakan salat, membaca Al-Quran, tadarus, salat Idul Fitri, dan tarawih adalah ibadah. Tapi, kata dia, menjaga keselamatan diri dan orang lain juga ibadah, yang merupakan perintah Allah SWT.
     
    "Allah berfirman dalam Al-qQran, jangan sekali kali kamu menjerumuskan diri mu sendiri dalam kecelakaan," ujar dia.
     
    Nabi Muhammad SAW, kata dia, bersabda, jangan menyakiti diri sendiri dan orang lain. "Dari situ lah, maka keselamatan diri kita dan org lain lebih kita utamakan, ibadah di rumah saja. Seperti kerja dan belajar juga di rumah," kata Said.
     
    Said menuturkan puncak wabah virus Corona terjadi pada April dan Mei dan akan mulai turun pada Juni.
     
    Said Aqil berharap doa bersama itu dapat mengangkat virus Corona atau Covid-19 dari dunia. "Kesempatan yang baik pada hari ini kita bersama seluruh warga nahdiyin di mana pun berada berdoa, bermunajat mohon kepada Allah dengan khusyuk, tulus dan ikhlas, supaya Allah mengangkat wabah virus corona dari Indoneisa dan seluruh masyarskat Islam di mana pun berada," kata Said.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.