Mendagri Minta Pemda Beri Bansos Warga yang Tak Dapat dari Pusat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Dalam Negeri Tito Karnavian tiba memberikan bantuan berupa sembako di posko pengungsian korban banjir di Gor Pengadegan, Jakarta Selatan, Selasa 7 Januari 2020. Sebanyak 1.424 warga terdampak banjir mengungsi di posko yang telah disiapkan di beberapa lokasi yang akan diberikan bantuan berupa sembako oleh Kemendagri. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Kementerian Dalam Negeri Tito Karnavian tiba memberikan bantuan berupa sembako di posko pengungsian korban banjir di Gor Pengadegan, Jakarta Selatan, Selasa 7 Januari 2020. Sebanyak 1.424 warga terdampak banjir mengungsi di posko yang telah disiapkan di beberapa lokasi yang akan diberikan bantuan berupa sembako oleh Kemendagri. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah untuk memberikan hibah atau bantuan sosial di masa pandemi Covid-19. Penerima hibah dan bansos yang disasar, ujar Mendagri, adalah masyarakat di luar penerima bantuan dari pemerintah pusat.

    “Pemberian hibah atau bansos sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah," kata Tito dalam siaran tertulisnya, Kamis, 9 April 2020.

    Tito meminta pola penyaluran bantuannya harus sesuai dengan kondisi sosial dan geografis masyarakat. Ia juga neminta pemerintah daerah membuat kanal pengaduan bagi masyarakat. “Lakukan pembinaan kepada masyarakat untuk menciptakan kemandirian selama masa pandemi," katanya.

    Untuk membantu masyarakat kurang mampu di dalam dan luar Jabodetabek karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Tito mengatakan pemerintah menyiapkan skema program jaring pengaman sosial.

    Program jaring pengaman ini akan diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Warga penerima BLT, akan diberikan dana bantuan sebesar Rp 600 ribu. Dana BLT ini akan diberikan selama 3 bulan. Bantuan lainnya untuk meringankan beban masyarakat, kata Tito, adalah keringanan pembayaran listrik.

    Pemerintah sepakat untuk menggratiskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan listrik 450 VA selama tiga bulan. Kemudian 7 juta pelanggan listrik dengan daya 900 VA akan diberikan diskon sebesar 50 persen. Diskon listrik ini akan diberikan selama 3 bulan.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.