Gubernur Kepulauan Riau Nonaktif Divonis 4 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan suap Penerbitan Perda Zonasi di Provinsi Kepri, Kock Meng meninggalkan gedung KPK usai diperiksa di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Kock Meng yang merupakan pihak swasta penyuap Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun itu diperiksa dalam kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018-2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka kasus dugaan suap Penerbitan Perda Zonasi di Provinsi Kepri, Kock Meng meninggalkan gedung KPK usai diperiksa di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Kock Meng yang merupakan pihak swasta penyuap Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun itu diperiksa dalam kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018-2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Kepulauan Riau non-aktif Nurdin Basirun divonis 4 tahun penjara plus denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena dinilai terbukti menerima suap senilai Rp 45 juta dan Sing$ 11 ribu dolar serta gratifikasi sebesar Rp 4.228.500.000,-

    "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nurdin Basirun berupa pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda Rp 200 juta subsider 6 bulan," kata ketua majelis hakim Yanto di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

    Persidangan berlangsung menggunakan "video conference", hanya majelis hakim yang berada di pengadilan Tipikor Jakarta yang berlokasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yaitu Muhammad Asri, Agung Satria Wibowo dan Rikhi BM berada di ruang penuntut di gedung KPK. Sementara terdakwa Nurdin Basirun dan pengacaranya mengikuti sidang di lantai dasar gedung KPK.

    Putusan itu lebih rendah dengan tuntutan JPU KPK yang meminta agar Nurdin Basirun dihukum penjara selama 6 tahun dan pidana denda Rp 250 juta subsider 6 bulan.

    "Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas korupsi, terdakwa tidak mengakui perbuatan. Hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan belum pernah dihukum," tambah hakim Yanto.

    Majelis hakim juga mencabut hak politik Nurdin Basirun. "Menjatuhkan hukuman tambahan kepada Nurdin basirun berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana," kata Yanto.

    Hakim menyebut Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepulauan Riau menerima suap agar menandatangani Surat Izin Prinsi Pemanfaatan Laut atas nama pemohon Kock Meng seluas 6,2 hektare, surat Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut atas nama pemohon Abu Bakar seluas 10,2 hektare, dan rencana memasukkan kedua izin prinsip tersebut ke dalam daftar Rencana Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pantai dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K).



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.