Pemerintah Sudah Lakukan 15 Ribu Tes PCR Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Nova Wahyudi

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan total spesimen yang telah dilakukan uji Polymerase Chain Reaction mencapai 15 ribu. Tes itu menghasilkan jumlah positif orang yang terpapar Corona mencapa 2.956 per 8 April 2020.

    “Kami sudah melaksanakan pemeriksaan lebih dari 15 ribu,” kata Yurianto, Rabu, 8 April 2020. Yurianto mengatakan ketersediaan reagan untuk tes PCR masih ada 200 ribu.

    Menurut Yurianto, tes PCR adalah tes tahap akhir untuk menegakan diagnosis. Sebelum tes PCR dilakukan, pemerintah melakukan rapid test untuk menjaring orang-orang yang berpotensi telah terinfeksi virus Corona. Rapid test dilakukan dengan mengecek kadar imunoglobulin pada darah seseorang.

    Yurianto berkata dengan adanya penjaringan awal, tingkat persentase kasus positif Corona yang melakukan tes PCR cukup tinggi. “PCR tidak kami lakukan secara acak, tapi terpilih dan terstruktur,” kata dia.

    Untuk tes PCR sendiri, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas per harinya dengan mendatangkan alat tes dari Swiss. Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara, Arya Sinulingga mengatakan ada 20 alat tes PCR yang telah datang. Keberadaan alat tersebut diharapkan bisa meningkatkan kapasitas tes di Indonesia hingga 10 ribu per hari.

    Alat tes PCR yang baru akan disebar ke sejumlah provinsi. Di Jakarta, alat baru itu ditargetkan rampung dipasang pada pekan depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.