Kereta Progo Lempuyangan - Pasar Senen Distop karena Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para petugas membersihkan Stasiun Lempuyangan, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pada Minggu, 15 Maret 2020. TEMPO/Muh. Syaifullah

    Para petugas membersihkan Stasiun Lempuyangan, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pada Minggu, 15 Maret 2020. TEMPO/Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perjalanan Kereta Api Progo relasi Lempuyangan-Pasar dihentikan sementara mulai hari ini, Rabu,  8 April 2020, demi mencegah penyebaran virus Corona

    Kebijakan PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta tersebut menambah daftar penghentian sementara perjalanan kereta seama masa wabah Corona.

    “Untuk sementara perjalanan Kereta Progo dibatalkan mulai 8 sampai 30 April 2020,” kata Manajer Humas PT KAI Daops 6 Eko Budiyanto di Kota Yogyakarta hari ini.

    Sebelumnya, PT KAI Daops 6 Yogyakarta membatalkan lebih dari 120 perjalanan kereta baik dari wilayah kerja tersebut maupun yang melintas.

    Selain untuk mendukung upaya pemerintah mencegah Corona, pembatalan perjalanan sementara itu juga karena jumlah penumpang kereta menurun signifikan sejak wabah merebak pada pertengahan Meret 2020.

    Jumlah penumpang kereta api pada kondisi normal rata-rata 30 ribu per hari.

    Animo penumpang terus berkurang hingga tersisa 3 ribu orang per hari sejak terjadi pandemi Corona.

    Sejumlah perjalanan kereta dari PT KAI Daop 6 yang sudah dibatalkan sebelumnya selama April di antaranya kereta bandara menuju Yogyakarta International Airport (YIA) dan menuju Bandara Internasional Adi Sumarmo (BIAS).

    Adapun kereta jarak jauh yang dibatalkan sementara adalah Progo, Taksaka, Fajar Utama Yogyakarta, Senja Utama Yogyakarta, Malioboro Ekspres, Sancaka, Argo Lawu, Mataram, Lodaya, Sancaka Utara, Bogowonto, Gajah Wong, dan Jaka Tingkir.

    Kereta yang masih dioperasionalkan di PT KAI Daop 6 Yogyakarta adalah Prambanan Ekspres (Prameks), Joglosemarkerto, Senja Utama Solo, Fajar Utama Solo, Argo Dwipangga, Batara Kresna, Bengawan, dan Sritanjung.

    “Untuk kereta lokal, seperti Prameks, kami menerapkan pembatasan jumlah penumpang, yaitu maksimal 50 persen. Penumpang pun wajib mengenakan masker,” ujar Eko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.