Kemenlu Sebut Ada 52 Bantuan Internasional untuk Tangani Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan melayani pembeli dari balik plastik pembatas di salah satu mini market di Jakarta, Senin, 6 April 2020. Penggunaan plastik pembatas tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19. TEMPO/Fajar Januarta

    Seorang karyawan melayani pembeli dari balik plastik pembatas di salah satu mini market di Jakarta, Senin, 6 April 2020. Penggunaan plastik pembatas tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri menyatakan ada 52 bantuan internasional untuk penanganan wabah corona di Indonesia. Direktur Jenderal Informasi dan Publikasi Kemenlu Cecep Herawan mengatakan, bantuan itu berasal dari pemerintah, organisasi atau entitas internasional, serta swasta internasional.

    "Ada delapan dari pemerintah, enam dari organisasi atau entitas internasional, dan 38 dukungan dari nonpemerintah atau swasta," kata Cecep dalam rapat virtual dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 7 April 2020.

    Cecep merinci, dukungan dari pemerintah negara lain datang dari Jepang, Amerika Serikat, Cina, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

    Adapun dukungan dari organisasi internasional berasal di antaranya dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Asian Developtment Bank (IDB), United Nation Development Programme (UNDP), International Organization for Migration (IOM), dan Global Fund.

    "Kemudian ada juga dari swasta dan NGO yang berasal dari enam negara. Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Perancis, dan Rusia," kata dia. Cecep mengatakan mayoritas bantuan tersebut berupa alat-alat kesehatan.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, beberapa negara juga menawarkan bantuan untuk pengadaan alat rapid test, misalnya Korea Selatan dan Turki. Namun Retno mengatakan persoalan rapid test akan dikaji dan diputuskan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    "Kami tidak memiliki kapasitas untuk mengatakan ini yang cocok atau ini yang bukan. Oleh karena itu kami selalu bergandeng tangan dengan Gugus Tugas," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.