Selama 2 Bulan, 3,7 Juta Keluarga di Jabodetabek Diberi Bantuan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga yang terdampak secara ekonomi akibat wabah virus corona (COVID-19) di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 6 April 2020. ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

    Petugas Kepolisian menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga yang terdampak secara ekonomi akibat wabah virus corona (COVID-19) di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 6 April 2020. ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan program bantuan khusus bagi warga di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berbasis keluarga. Secara total, ia mengatakan akan ada 3,7 juta keluarga yang akan mendapat bantuan sosial.

    "1,1 juta nanti disiapkan bagi Pemprov DKI Jakarta dan 2,6 juta disiapkan oleh pemerintah pusat," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas Efektivitas Jaring Pengaman Sosial, Selasa, 7 April 2020, lewat sambungan teleconference.

    Jokowi mengatakan bantuan akan diberikan selama dua bulan sesuai dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun Jokowi tak menjelaskan secara detail bentuk bantuan yang akan diberikan pada mereka.

    Bila merujuk pada hasil rapat Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu, bantuan ini ditujukan bagi kaum miskin dan rentan miskin. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta.

    Selain bantuan ini, Jokowi mengatakan telah memerintahkan Menteri Sosial Juliari P Batubara untuk segera mendistribusikan 200 ribu paket sembako ke wilayah Jabodetabek. Hal ini juga akan ditambah dengan peluncuran kartu pra kerja yang akan segera dimulai pada 9 April 2020.

    Jokowi mengatakan anggarannya sudah dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Penerima manfaatnya sebanyak 5,6 juta orang di seluruh Indonesia. "Terutama yang terkena PHK, pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.