Pembatasan Jumlah Penumpang, Polri: Kalau Lebih Tak Boleh Mudik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo km 437, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo km 437, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Istiono tidak akan memperbolehkan pemudik dalam kendaraan dengan kapasitas penumpang berlebih untuk melanjutkan perjalanan mudik.

    "Ini adalah operasi dalam kondisi KLB (kejadian luar biasa), kemanusiaan, sehingga yang melebihi kapasitas, suruh balik kanan, suruh balik ke rumah saja. Demi keselamatan, kesehatan," kata Istiono saat dikonfirmasi pada Selasa, 7 April 2020.

    Korps Lalu Lintas Polri menerapkan aturan pembatasan kendaraan untuk masyarakat yang tetap berangkat mudik di tengah wabah Corona saat ini. Aturannya, untuk mobil sedan hanya boleh diisi oleh dua orang.

    "Sementara mobil jenis mini bus, hanya boleh diisi oleh tiga orang. Untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan," ujar Istiono.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Istiono, aturan pembatasan penumpang dalam kendaraan itu dilakukan lantaran penularan virus Corona yang sangat berbahaya. "Pokoknya jaga jarak dan jangan lupa pakai masker," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.