Mudik Saat Corona, Polri Batasi Jumlah Penumpang dalam Kendaraan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil para pemudik memadati Tol Tangerang-Merak pada H-6 Lebaran di Merak, Banten, 30 Mei 2019. Kemacetan terjadi sepanjang 6 kilometer dari Gerbang Tol Merak. TEMPO/Amston Probel

    Mobil para pemudik memadati Tol Tangerang-Merak pada H-6 Lebaran di Merak, Banten, 30 Mei 2019. Kemacetan terjadi sepanjang 6 kilometer dari Gerbang Tol Merak. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas Polri menerapkan aturan pembatasan jumlah penumpang dalam kendaraan untuk masyarakat yang tetap berangkat mudik di tengah wabah Corona.

    Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Istiono mencontohkan untuk mobil sedan, hanya boleh diisi oleh dua orang. "Sementara mobil jenis mini bus, hanya boleh diisi oleh tiga orang. Untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 7 April 2020.

    Menurut Istiono, aturan pembatasan penumpang dalam kendaraan itu dilakukan lantaran penularan Corona yang mudah lewat kontak fisik.

    Selain itu, kata Istiono, pihaknya mendirikan posko di beberapa lokasi yang terkoneksi dengan rumah sakit rujukan penanganan pasien positif virus Corona terdekat. "Seperti tempat pemberangkatan mudik, rest area, jalan arteri, bahkan di tempat tujuan juga kami siapkan posko kesehatan," kata dia.

    Jika ada pemudik yang memiliki gejala, kata Istiono, maka akan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan.

    Istiono juga mengingatkan, untuk mereka yang mudik, akan langsung berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Corona, sehingga wajib menjalani karantina selama 14 hari di wilayah masing-masing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.