IDI: Sistem Rujukan Kacau Bikin Pasien Corona Lambat Ditangani

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

    Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto mengatakan keterlambatan penangan pasien yang terjangkit virus Corona karena sistem rujukan yang kacau. Banyak pasien yang ditolak di berbagai rumah sakit. Sedangkan rumah sakit rujukan sudah menangani pasien Corona melebihi kapasitas.

    Ia mengatakan IDI sebenarnya sudah meminta Kementerian Kesehatan, agar menunjuk seluruh rumah sakit swasta yang mampu untuk menangani pasien Corona atau Covid-19 secara tuntas dan dibiayai oleh pemerintah. "Tapi, sampai hari ini kan belum ada. Mungkin pembiayaannya bingung," kata Slamet saat dihubungi Tempo, Senin, 6 April 2020.

    Menurut Slamet, pejabat setingkat Direktur Jenderal sudah meminta rumah sakit swasta yang mampu untuk melakukan itu. Namun tidak mencangkup pembiayaan bagi pasien. "Tak ada kekuatan hukum. Harus dari Menteri." kata Slamet.

    Tingkat kematian akibat virus Corona atau Covid-19 di Indonesia sangat tinggi. "Sekitar 8-9 persen," ujar Slamet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.