Ridwan Kamil akan Ajukan PSBB Setelah Hasil Rapid Test Terkumpul

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima bantuan untuk penanganan COVID-19 dari Forum BUMN untuk Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/4/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima bantuan untuk penanganan COVID-19 dari Forum BUMN untuk Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/4/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan belum bisa mengajukan permintaan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena masih menunggu hasil rapid test atau tes cepat di beberapa daerah.

    “Kalau datanya tidak lengkap, kita susah melengkapi argumentasi PSBB kepada pemerintah pusat,” kata Emil, sapaan mantan Wali Kota Bandung ini pada Senin, 6 April 2020.

    Emil mengaku, masih menunggu hasil tes cepat yang sudah dibagikan kpada seluruh kota dan kabupaten. Hasil tes cepat itu dibutuhkan untuk menyusun peta persebaran virus Corona di Jawa Barat. Peta persebaran tersebut yang akan dijadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mengusulkan PSBB pada pemerintah pusat.

    Dia meminta daerah secepatnya mengirim hasil tes cepat tersebut. “Saya imbau kepala daerah untuk mengecek ke Dinkes (Dinas Kesehatan) masing-masing, melaporkan secepatnya. Semakin cepat data itu masuk, semakin mudah kita memetakan,” kata Emil.

    Ia tidak merinci jumlah data hasil tes cepat yang sudah diterima pemerintah provinsi. Pemerintah Jawa Barat sudah mendistribusikan 61 ribu alat tes cepat pada seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

    Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat akan memprioritaskan usulan PSBB pada daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. “Urusan PSBB, (Pemda Provinsi Jabar) mendahulukan (daerah) yang nempel Jakarta dulu, karena apa pun yang Jakarta lakukan kita harus satu frekuensi. Dalam satu aglomerasi penyebaran itu harus satu keputusan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.