Politikus NasDem Kritik Kementerian karena Banyak Dokter Gugur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020. Pakaian untuk alat perlindungan diri tersebut dibuat dalam dua tipe. ANTARA/Galih Pradipta

    Pekerja membuat alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di Pusat Industri Kecil, Penggilingan, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020. Pakaian untuk alat perlindungan diri tersebut dibuat dalam dua tipe. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan meninggalnya para tenaga medis karena terpapar virus corona adalah kecerobohan Kementerian. Sebab, ia melihat pemerintah tidak memberikan dukungan dengan menyediakan alat pelindung diri (APD).

    "NasDem berikan apresiasi yg tinggi pada para pahlawan Covid-19 yang pergi karena kecerobohan kementerian yg seharusnya bertanggung jawab tetapi faktanya tidak memberikan dukungan," kata Irma dalam keterangan tertulis, Senin 6 April 2020.

    APD standar dan masker yang seharusnya tersedia dalam stok yang memadai di setiap rumah sakit, kata dia, tidak disediakan oleh pemerintah dalam kondisi darurat seperti sekarang ini. Hal ini, kata Irma, memperlihatkan kinerja pemerintah yang biasa saja walaupun di tengah pandemi yang luar biasa.

    Irma menyebut presiden sebetulnya telah memberikan langkah dan kebijakan yang sesuai. Namun langkah-langkah itu tidak dimanfaatkan dan mendukung untuk mengambil langkah berikutnya.

    "Dengan kata lain presiden maju tiga langkah tetapi para pembantu Presiden baru maju satu langkah," kata dia. "Sungguh kami merasa prihatin, presiden sudah memilih orang yang dianggap kompeten atau yang dianggap mampu, ternyata tidak bekerja sesuai ekspektasi Presiden dalam melaksanakan tugasnya."

    Karena itu, kata Irma, partainya tengah mempersiapkan APD bagi tenaga medis, yang rencananya pekan ini akan didistribusikan. "Kami bersiaga penuh membantu mempersiapkan APD yang dibutuhkan agar mereka yang bertarung nyawa di garis depan di rumah sakit tidak harus kehilangan nyawa dan tetap dalam kondisi sehat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.