Tes PCR dan Rapid Test Prioritas untuk Orang Risiko Tinggi Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Rumah sakit ini akan mulai beroperasi pada 6 April mendatang. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Rumah sakit ini akan mulai beroperasi pada 6 April mendatang. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan kepada seluruh rumah sakit dan dinas kesehatan agar memprioritaskan tes PCR dan rapid test bagi orang-orang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona atau Covid-19. "Seperti dokter dan keluarganya, kemudian untuk PDP (pasien dalam pengawasan) dan ODP (orang dalam pemantauan)," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas lewat teleconference dari Istana Kepresidenan Bogor pada Senin, 6 April 2020.

    Selain itu, Jokowi juga meminta pemeriksa di laboratorium bekerja lebih cepat menguji spesimen. "Didorong lagi agar lebih cepat sehingga kita bisa tahu hasil orang ini positif atau negatif Covid-19," ujar Jokowi.

    Presiden juga menyoroti soal pengadaan dan distribusi alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit. Seperti diketahui, saat ini masih banyak daerah dan rumah sakit yang mengeluh kekurangan APD dan alkes untuk menangani pasien Corona. Sedangkan, pasien terus bertambah.

    Jokowi mengatakan pemerintah sudah mendistribusikan APD dan alat kesehaitan semua ke daerah. “Tapi, saya minta cek lagi di daerah, apakah sudah didistribusikan ke rumah-rumah sakit," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.