Penambahan Pasien Corona Sembuh Lebih Banyak Ketimbang Meninggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang personil Palang Merah Indonesia, mengenakan pakaian pelindung, menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan di daerah pemukiman padat penduduk rumah susun, di tengah penyebaran wabah Virus Corona di Jakarta, 4 April 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Seorang personil Palang Merah Indonesia, mengenakan pakaian pelindung, menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan di daerah pemukiman padat penduduk rumah susun, di tengah penyebaran wabah Virus Corona di Jakarta, 4 April 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan total pasien positif Corona per hari ini, Ahad, 5 April 2020 sebanyak 2.273 orang.

    Kabar baiknya, penambahan pasien yang sembuh hari ini lebih banyak ketimbang yang wafat. "Pasien yang sembuh bertambah 14 orang dan yang meninggal bertambah tujuh orang," kata Yurianto dalam video teleconference pada Ahad, 5 April 2020.

    Namun bila ditotal, jumlah pasien yang wafat masih lebih banyak, yakni 198 orang. Sedangkan yang berhasil sembuh 164 orang.

    Yurianto meminta masyarakat tetap berdiam diri di rumah dan mengikuti protokol kesehatan guna menghindari penularan virus Corona. Ia meminta masyarakat untuk rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak saat berkomunikasi, menghindari keramaian, dan menggunakan masker saat keluar rumah.

    Mulai hari ini, kata Yurianto, berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pemerintah mengeluarkan kebijakan masker untuk semua. Semua orang diminta menggunakan masker.

    Namun penggunaan masker medis dan N95 diperuntukkan hanya bagi tenaga medis. Masyarakat umum diminta menggunakan masker berbahan kain. "Gunakan masker kain. Ini penting karena kita tidak tahu orang tanpa gejala banyak ditemukan di luar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.