Hadapi Corona, Ganjar Intruksikan Desa Siapkan Tempat Isolasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak VirusCorona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak VirusCorona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengintruksikan setiap kepala desa menyiapkan tempat isolasi di wilayahnya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Tempat isolasi itu untuk para pemudik yang baru kembali dari perantauan.

    Mereka akan diisolasi selama 14 hari. Pemudik yang menolak didata dan diisolasi akan ditindak oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. "Melalui Babinsa dan Babhinkamtibmas di desa-desa," kata Ganjar pada Sabtu, 4 April 2020.

    Menurut Ganjar, dalam menyediakan tempat isolasi, pemerintah desa tak perlu membangun gedung baru. Desa dapat memanfaatkan bangunan yang telah ada, seperti balai desa atau gedung pertemuan sebagai tempat isolasi. 

    Selain kepada pemudik, Ganjar juga meminta pemerintah desa memperhatikan warga lanjut usia dan orang berkebutuhan khusus. Menurut dia, mereka merupakan orang rentan tertular virus Corona. 

    Ganjar meminta kelompok rentan itu dijauhkan dari orang yang baru kembali dari perantauan. Untuk kebutuhan mereka, desa bisa mencukupi menggunakan anggaran yang ada atau menggerakkan gotong royong masyarakat. “Buat lumbung pangan dan gerakkan kembali jimpitan."

    Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran Rp 1,4 triliun untuk menangani pandemi Corona atau Covid-19. Anggaran itu dialokasikan untuk kesehatan, ekonomi, dan jaminan masyarakat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.