MUI: Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona Dosa Dua Kali

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

    Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia menyatakan menolak pemakaman jenazah pasien Corona atau Covid-19 adalah perbuatan dosa. Menurut MUI, orang yang menolak pemakaman melakukan dosa dua kali.

    “Yang pertama tidak menunaikan kewajiban atas jenazah,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam, dalam konferesi pers virtual, Sabtu, 4 April 2020. Yang kedua, berdosa menghalang-halangi penunaian kewajiban atas hak jenazah.

    Asrorun mengatakan kewaspadaan memang penting, tapi masyarakat juga perlu memahami pemakaman jenazah Covid-19 secara sains maupun agama. “Jangan sampai masyarakat khawatir berlebihan.”

    Pengurusan jenazah pasien Corona telah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan World Health Organization. Protokol pemakaman standar WHO, kata dia, bisa disesuaikan dengan syariat agama Islam.

    Misalnya untuk memandikan jenazah, dapat dilakukan tanpa membuka pakaian jenazah. Prosedur memandikan jenazah juga bisa dilakukan dengan tayamum. “Kalau tidak mungkin juga, maka dimungkinkan langsung dikafankan.”

    Proses pengkafanan juga dilakukan dengan prosedur khusus yaitu dengan dibungkus plastik dan dimasukan ke dalam peti.

    Sebelumnya, sejumlah jenazah pasien Corona atau Covid-19 di berbagai tempat, ditolak tetangga. Di Makassar dan Gowa, sudah empat kali terjadi penolakan pemakaman jenazah. Penolakan juga terjadi di Banyumas Jawa Tengah dan di Sidoarjo, Jawa Timur. Di Banyumas, warga desa sempat menghadang ambulans pembawa jenazah untuk tidak memakamkan pasien itu di desa mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.