Minim APD Corona, RSUP Sardjito Akhirnya Memproduksi Sendiri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menyelesaikan pesanan masker berbahan kain spunbond di UPT Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat, 3 April 2020. Pembuatan ribuan masker dan telah disterilkan tersebut merupakan pesanan dari instansi pemerintah akibat minimnya alat pelindung diri (APD) di Bali. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    Seorang pekerja menyelesaikan pesanan masker berbahan kain spunbond di UPT Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat, 3 April 2020. Pembuatan ribuan masker dan telah disterilkan tersebut merupakan pesanan dari instansi pemerintah akibat minimnya alat pelindung diri (APD) di Bali. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta memutuskan memproduksi sendiri alat pelindung diri (APD) bagi kebutuhan tenaga medis yang sedang menangani wabah Corona ini. Hal ini dilakukan setelah rumah sakit utama untuk rujukan Covid-19  di DIY itu kekurangan APD sepekan terakhir sedangkan kebutuhan di lapangan tidak sedikt.

    Tenaga kerja untuk membuat APD ini adalah petugas instalasi rehabilitasi medik saat mereka ada waktu luang. APD yang diproduksi adalah pelindung wajah atau face shield dan baju coverall. "Untuk tahap awal kami sudah membuat pelindung wajah dulu sebanyak 300 unit," ujar Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP dr Sardjito, Pujiatun, Jumat 3 April 2020.

    Pada tahap awal, face shield berbahan spons ini akan diproduksi 500 lembar untuk dibagikan kepada para dokter dan tenaga medis yang menangani langsung pasien Covid-19. Saat luang seperti tidak merawat pasien ini, dalam tiga hari mampu diproduksi 100 face shield.

    Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan menuturkan memang ada bantuan APD yang masuk ke RSUP dr. Sardjito namun jumlahnya masih sangat sedikit dan terbatas. "Ada drop, tapi terbatas," ujarnya. Misalnya pada hari ini ada bantuan dari pemerintah pusat berupa 100 unit itu hanya APD berupa coverall.

    Padahal kebutuhan APD harian tenaga medis di RSUP Sardjito sangatlah besar.

    Setiap hari, ujar Banu, setidaknya untuk sarung tangan non steril butuh 7.842 pasang, masker tiga lapis 6.340 lembar, sarung tangan steril panjang 1.234 pasang, masker N95 sebanyak 395 lembar, APD coverall, medical cap dan pelindung sepatu masing-masing butuh 134. Selain itu juga kebutuhan alat visor 17 unit dan 267 botol cairan pencuci tangan.

    Setiap petugas mendapat tugas jatah berbeda dalam produksi APD ini. Ada yang mengukur bahan juga ada bagian sendiri yang merakit.

    Produksi APD ini harus dilakukan karena masuknya bantuan APD yang rata-rata hanya sekali pakai itu jumlahnya minim dan makin sulit dicari di pasaran. "Seperti faceshield ini kan tidak bisa dipakai bergantian walaupun alat itu bukan bagian APD sekali pakai," ujar Banu.

    Banu mengatakan faceshield berbeda dengan visor, yang tak hanya digunakan tim medis di ruang isolasi. Faceshield biasanya juga dipakai di sejumlah klinik, seperti klinik gigi, Klinik telinga hidung tenggorokan, klinik mata, dan lainnya. "Di masa sulit ini, APD susah didapat, tapi di sisi lain pelayanan rumah sakit harus tetap berjalan."

    Pemerintah DIY mendapatkan bantuan APD dari pemerintah pusat yang dikirim di Base Operasional Landasan Udara  Adisutjipto sejak Kamis, 2 April 2020. Bantuan itu berupa.1.500 APD dan 7.500 masker dari pemerintah pusat itu diangkut oleh pesawat Boeing 737-400.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan bantuan APD akan diserahkan ke 54 rumah sakit nonrujukan maupun 121 puskesmas. Untuk Kota Yogyakarta, bantuan diserahkan ke 12 RS nonrujukan dan 18 puskesmas. Untuk Sleman, APD disalurkan ke 18 RS non rujukan dan 25 puskesmas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.