Pemerintah Indonesia Janji Perbanyak Lab Pemeriksaan Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memperbanyak fasilitas uji pemeriksaan virus Corona. Saat ini, di Indonesia hanya ada 48 laboratorium yang telah beroperasi.

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah juga akan menambah fasilitas penguji dengan mengaktifkan beberapa alat diagnostik untuk pemeriksaan TBC.

    Alat pemeriksaan TBC tersebut secara teknologi bisa dikonversi untuk pemeriksaan virus Corona dan penyakit COVID-19.

    "Ini cukup banyak alatnya dan tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. Namun masih dibutuhkan beberapa konversi dari mesin dan beberapa pengaturan," ucap Yurianto dalam telekonferensi streaming hari ini, Jumat, 3 April 2020.

    Yuri menyebutkan, alat pemeriksaan TB-TCM (Tes Cepat Molekuler) sudah tersedia di lebih dari 132 rumah sakit dan di beberapa puskesmas terpilih.

    Adapun untuk fasilitas kesehatan lainnya, yakni alat pelindung diri (APD), Gugus Tugas telah mendistribusikan lebih dari 300 ribu APD ke seluruh wilayah untuk digunakan para tenaga kesehatan.

    DKI Jakarta menjadi provinsi yang menerima bantuan tambahan APD Corona terbanyak, yaitu 85 ribu unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.